Secuil demi secuil it’s ok lah. Tapi ‘cuma secuil’, ora dadi.
Gimana rasanya kue tart? Coba aja secuil. Apa bisa tahu lezatnya kue tart itu? Kalo mau benar-benar tahu lezatnya kuenya harus dihabiskan. Setidaknya rasakan sepotong, bukan secuil.
Itulah kita, entah jaman dulu ato sekarang masih begitu. Pelatihan, seminar atau apapun…itu ‘cuma secuil’. Kalo tidak ada eksekusi kita tidak akan pernah merasakan lezatnya menjadi entrepreneur. Informasi hanya sekedar pengetahuan saja. Dan pengetahuan bisa menjadi hasil jika ada eksekusinya.
Seksi adalah sesuatu yang indah yang menimbulkan gairah. Namun jika gairah diberi gaya sufisika sehingga arahnya berubah vertikal menuju langit, itulah gairah terbaik. Seksi bukanlah suatu yang porno ketika tujuannya adalah langit.
Judul yang saya buat memang meng-edit dari lagu garapan Ahmad Dhani yang dinyanyikan oleh Wulan Jameela berjudul “Manusia Tuhan Paling Seksi”.
Bisnis menjadi seksi ketika ada cahaya dari langit. Seperti cahaya matahari yang difokuskan pada kaca pembesar yang dapat membakar kertas. Begitulah ketika kita meminta cahaya dari langit yang dapat membakar gairah positif kita.
Bisnis Tuhan paling seksi adalah zakat dan sedekah. Bagaimana tidak menimbulkan gairah jika keduanya dapat menolak bencana, melipatgandakan rejeki, meringankan yang kekurangan, dll? Sayangnya kita melupakan sedekah karena efeknya sering kali tidak dalam jangka pendek. Kita terlalu suka pada yang instan. Pebisnis yang paham investasi seharusnya tahu bahwa zakat dan sedekah adalah investasi paling seksi.
John F. Kennedy menyatakan bahwa apabila suatu masyarakat tidak dapat membantu banyak orang miskin, maka mereka gagal menyelamatkan sedikit orang kaya.