| Penerapan Purple Ocean Strategy |
| Written by Seta PM |
|
Kompetitor adalah pesaing? Artinya kita bersaing dengan mereka. Namun sebenarnya jika kita jeli, kompetitor bukanlah musuh kita. Pada waktu mengelola bisnis rental saya yang dulu, kompetitor saya bahkan saya jadikan supplier saya. Lalu, bagaimana saya menjadikan ‘si kompetitor’ ini kawan saya? Saya melihat kekuatan luar biasa pada survey marketing offline mereka. Bagian marketing mereka (bukan online marketing) berjalan dengan baik. Namun saya melihat kelemahan pada fitur pembuatan web yang mereka berikan. Intinya, saya melihat peluang saat melihat kelebihan kompetitor sekaligus kelemahannya. Terus terang, marketing offline saya belum begitu kuat. Divren (nama usaha pembuatan web saya) jauh lebih kuat pada online marketing. Memang fokus kami kesitu. Namun saya melihat ‘kelemahan’ Divren dapat terbantu oleh kompetitor tersebut. Saya analisa target audience mereka. Terutama saya melihat pada skala usaha si target audience. Saya sangat terbantu dalam hal marketing. Bagaimana tidak? Saya tidak usah keliling-keliling untuk mendata para target audience. Banyak target audience yang sudah disediakan datanya oleh kompetitor. Saya tinggal ambil saja datanya. Kurang lebih, ini adalah salah satu kelebihan strategi bisnis Purple Ocean Strategy. Purple lho ya, bukan Blue Ocean Strategy. Kelebihan purple ocean strategy adalah dalam hal ‘edukasi bersama’ si target audience. Wassalam, Guk Seta
Hits: 119 Comments (0)
![]() Write comment
Newer news items:
Older news items:
|




Artikel 
