Bisnis saya

Advertisement

Statistics

Sindikasi

Taipan Kirim halaman ini kepada rekan Anda via E-mail
Peringkat Pengunjung: / 0
BurukBagus 
Ditulis oleh Seta PM   
Senin, 15 Oktober 2007

ImageDalam sebuah pengajian bersama Emha Ainun Najib, waktu itu kedatangan tamu mahasiswa dari ibukota China. Terjadilah dialog yang tidak begitu panjang namun mengena.

Cak Nun berkata “Kita itu harusnya iri sama China. Kok Nabi Muhammad mengatakan tuntutlah ilmu meski sampai ke negri China. Lho kok bukan Indonesia ya? Wali songo itu ternyata sebagian besar juga keturunan China.”

Betul juga kata saya dalam hati. Jika wali songo tidak masuk Jawa, mungkin saya tidak memeluk agama yang sekarang saya anut. Begitu besarnya konstribusi mereka pada dunia.

Di jaman Bung Karno, China masih tertinggal dari Indonesia. Kita jauh lebih unggul dari mereka. Tapi sekarang, mereka sudah mulai berjaya di pentas dunia. Sedangkan Indonesia di pentas Asia Tenggara masih terseok-seok.

Para taipan, hanya berjumlah 55 juta orang. Artinya mereka hanya 4 persen dari penduduk RRC. Tapi lihat GNP taipan (China rantau) di Asia yang mencapai 450 milliar per tahun. Itu ¼ lebih besar dari GNP RRC. Mereka adalah orang-orang yang ‘terusir’ dari negrinya. Kok bisa seperkasa itu?

Mental mereka memang patut diacungi jempol. Sayangnya saya hanya punya 2 jempol tangan yang sebetulnya tidak cukup untuk diacungkan kepada mereka.

Comments (0) Add Comment

Write comment
smaller | bigger
 
 
 

busy
Update terakhir pada ( Selasa, 23 Oktober 2007 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >