Home Sufipreneur Blue Ocean Strategy-nya Joglo

Blue Ocean Strategy-nya Joglo

Tulisan ini terpampang megah di dinding sebuah rumah tua. Sebuah rumah yang menjadi saksi perjalanan hidup banyak orang. Di sebuah desa bernama Kurung, Ceper, Klaten, Jawa Tengah.

Terpampang dalam Bahasa Jawa, yang artinya kurang lebih sbb:

Kaya tanpa harta
Tak terkalahkan tanpa kesaktian
Menyerang tanpa pasukan
Menang tanpa mengalahkan

Menerima juga pasrah
Tanpa pamrih jauh dari takut
Abadi tanpa kesusahan tanpa kesenangan
Tidak macam-macam terus menerus selamat nama

-----
Falsafah ini terpampang di rumah Raden Ngabehi Toto Soeparmo (almarhum). Beliau wafat tahun 1983, pernah dipercaya masyarakat menjadi Lurah selama 5 generasi pemerintahan (Belanda-Jepang-Sekutu-Sukarno-Suharto).

Tulisan itu sendiri, entah dibuat tahun berapa. Menurut ahli warisnya, nampaknya itu ditulis antara jaman Jepang. Dulunya dipasang di Balai Desa Kurung, yang sekaligus rumah beliau, untuk pengingat pada semua orang terutama aparat desa agar menjadi pegangan dalam menjalankan pemerintahan.

Desa Kurung sendiri, sekitar 5 km dari makam sang pujangga, Ki Ronggo Warsito.

Almarhum Raden Ngabehi Toto Soeparmo termasuk keturunan perpaduan 2 aliran (he he he) kerajaan Jawa Mataram, Kraton Kasultanan Ngayogjokarta dan Kraton Kasunanan Surakarta. Almarhum menganut paham pemerintahan ala Sri Sultan Hamengku Buwono IX, "Tahta untuk Rakyat".

dari Muhammad Riza diteruskan oleh Seta PM 


Newer news items:
Older news items: