Home Sufipreneur Pandangan Grand Master Sufi mengenai hutang

Pandangan Grand Master Sufi mengenai hutang

Suatu saat seorang murid telah meminjam uang dalam jumlah besar kepada seorang murid lain, tetapi sampai sekarang pinjaman tersebut belum juga dikembalikan. Bukan karena ia tidak mampu, melainkan karena keserakahan dan ketidakjujurannya.

Kemudian Syaikh Nazim mengomentari bahwa Grandsyaikh Abdullah Faiz Daghestani berkata pada Syaikh Nazim, “Berulangkali kukatakan kepada orang-orang agar mereka tidak meminjamkan uang (tentu saja maksudnya bukan pinjaman dengan bunga). Wahai kalian, Allah SWT memerintahkan kita untuk memberi pinjaman yang bermanfaat. Allah SWT senang kepada kita bila kita memberikan bantuan untuk menolong orang yang sedang memerlukan dan oleh sebab itu Dia telah memerintahkan kita dan menjadikan pinjaman itu sebagai jalan untuk mendekatkan diri ke Hadirat-Nya. Tetapi Aku sebagai Syekh kalian, berharap bisa mencegah kalian dari pinjam-meminjam uang!”

Ada alasan kuat dari seorang Grand Master Sufi untuk mencegah pinjaman terjadi antara muridnya.

Kita akan melihat sebuah kebijaksanaan tingkat tinggai disini :

“Jika seseorang mendatangimu untuk meminjam sejumlah uang, misalnya 1000 poundsterling, kalian harus memikirkannya dan berdiskusi dengan dirimu sendiri, katakanlah pada dirimu, ‘Orang itu datang dan ingin meminjam sejumlah uang. Apakah kau siap untuk memberinya? Juga apakah kau siap untuk kehilangan uang itu tanpa menyebabkan perubahan dalam hatimu terhadapnya? Apakah kau siap untuk tetap bersahabat dengannya walaupun karena kasus itu engkau tidak akan mendapatkan uangmu kembali, baik karena ia tidak mampu membayarnya karena keadaan ekonominya atau karena ia tidak mau membayarnya, walaupun ia mampu melakukannya? Bahkan jika ia mempermainkan engkau, akankah engkau tetap menjadi sahabatnya seperti halnya sekarang?”

“Jika engkau secara jujur bisa mengatakan, ‘Ya, ia adalah saudaraku, dan 1000 poundsterling ini tidak akan menjadikan kami saling bermusuhan. Tidak peduli apapun yang terjadi pada uang itu, perasaanku terhadapnya tidak akan pernah berubah, baik terang-terangan maupun dalam hatiku.’ Kalau demikian, berikanlah pinjaman kepadanya. Tetapi bila jawabanmu, ‘Tidak, jika ia tidak dapat mengembalikan uang itu, Aku akan membawanya ke pengadilan’ atau ‘Bila ia memang tidak dapat mengembalikan uang itu, Aku akan bersabar, tetapi jika ia menipuku, Aku akan mengajukannya ke pengadilan.’ Bila demikian, maka jangan beri dia pinjaman.”

Grandsyekh menekankan bahwa persahabatan dan persaudaraan lebih berharga daripada dunia dan segala isinya. Kita tidak boleh menghancurkan persahabatan dengan perselisihan karena hal-hal duniawi, itu adalah dosa. Kita harus melihat diri kita dengan sangat cermat, karena ini adalah urusan kubur. Sekarang kalian bersahabat, tetapi bila kalian memberinya pinjaman dan ia tidak membayar kembali, kalian bisa saling bermusuhan. Ingatlah, persahabatan kalian lebih berharga daripada 1000 poundsterling itu. Persahabatan kalian lebih berharga daripada seluruh kekayaan di dunia ini. Dikembalikan atau tidak, hati kalian tidak boleh terguncang, “Tidak masalah apakah ia akan mengembalikan atau tidak, apapun alasannya. Jika ia ingin membodohi aku dan mengambil uangku, itu juga tidak masalah, lagi pula aku memang orang yang bodoh.”


Newer news items:
Older news items: